Rabu, 30 September 2020

Ingin Pengajuan KPR Mudah dan Cepat Disetujui, Perhatikan Hal Ini!



Anda pasti menginginkan rumah Anda sendiri. Itu memang impian semua orang. Namun, Anda pasti tahu bahwa harga rumah dan properti tidak pernah turun. Karena itu, Anda mau tidak mau harus berurusan dengan KPR. Masalahnya adalah bank tidak menerima semua pengajuan KPR. Lalu bagaimana supaya bisa pengajuan KPR mudah dan cepat disetujui?


Apa Itu KPR?

KPR merupakan pinjaman yang digunakan untuk membeli rumah, atau jenis properti lain. Untuk dapat mengambil pinjaman KPR harus dilakukan pembayaran uang muka atau setoran agar pembiayaan dari bank tidak seluruhnya dari harga beli, serta persyaratan DP minimum yang ditetapkan oleh BI minimal 10% dari harga pembelian properti.


Sebagai nasabah, Anda harus melunasi pinjaman dengan mengangsur setiap bulan dalam jangka waktu pinjaman yang sudah disepakati. Suku bunga ditetapkan menurut pola tertentu, ada suku bunga tetap dan juga ada suku bunga variabel (pada bunga pasar). Bank umumnya menawarkan dua jenis KPR, yaitu syariah dan konvensional, yang mempunyai kelebihan dan kekurangan.


Bank memiliki sejumlah persyaratan KPR rumah yang penting untuk dipahami jika Anda ingin mengajukan pinjaman rumah. Penting juga untuk memahami persyaratan perumahan bersubsidi jika Anda ingin mengajukan pinjaman rumah bersubsidi. Dan persyaratan untuk rumah baru dan bekas juga sangat berbeda.


Syarat Pengajuan KPR yang Harus Anda Ketahui

Banyak yang mengeluh karena pengajuan KPR mereka ditolak oleh bank. Kebanyakan orang yang pengajuannya ditolak. Umumnya disebabkan oleh persyaratan pengajuan yang tidak sesuai. Jadi sangat wajar jika pengajuannya ditolak. Lalu, apa saja hal yang perlu dipertimbangkan terkait persyaratan KPR agar mudah disetujui?


1. Usia Pengajuan KPR

Bank menetapkan usia untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengajukan pinjaman. Anda harus mencapai batas usia. Jika usia Anda melebihi batas usia, pihak bank pasti akan menolak pengajuan KPR Anda. Umumnya, rentang ini dari 21 hingga 55 tahun. Penting untuk dicatat bahwa batas usia tertua dihitung saat pembayaran KPR dilakukan. 


Artinya, Anda perlu menambahkan usia Anda saat ini ke rencana pembayaran pinjaman Anda untuk mendapatkan usia maksimal. Misalnya, usia Anda saat ini adalah 45 tahun dan Anda berencana untuk mengambil KPR 15 tahun, kemungkinan pengajuan KPR Anda akan ditolak karena usia Anda di atas usia maksimal 55 tahun pada saat pinjaman berakhir.


2. Persyaratan Dokumen

Ada banyak persyaratan dokumen yang dibutuhkan oleh bank saat mengajukan KPR. Syarat tersebut mencakup berbagai jenis dokumen, termasuk dokumen pribadi, pendapatan dan kepemilikan rumah. Sebaiknya persiapan dokumen dimulai dari saat Anda memutuskan untuk menggunakan KPR. Sebab, ada kemungkinan akan sulit untuk mendapat dokumen dengan cepat.


Secara umum ada 3 dokumen yang harus Anda siapkan: Pertama, dokumen pribadi yang meliputi KTP, NPWP, PBB dan juga Kartu Keluarga. Kedua, dokumen penghasilan yang meliputi slip gaji dan juga rekening bank. Ketiga, dokumen jaminan properti yang meliputi IMB, fotokopi sertifikat, PBB dan juga dokumen lain yang berhubungan dengan legalitas rumah.


Jika pengembang rumah yang Anda beli sudah bekerja sama dengan bank, maka pengurusan dokumen perumahan tentunya akan lebih mudah, karena bank biasanya memeriksa legalitas pengembang terlebih dahulu.


Selain itu, berdasarkan pengalaman, juga akan lebih mudah untuk mengambil pinjaman dari bank yang telah bekerjasama dengan pengembang. Apalagi jika kondisi rumahnya masih belum jadi atau indent. Dimana bank yang telah bekerjasama dengan pengembang yang ingin memberikan pinjaman untuk rumah indent.


3. Bersih BI Checking

Ini adalah tips penting agar KPR mudah dan cepat disetujui. Bank akan memeriksa karakter Anda melalui BI Checking. Tujuannya adalah untuk memastikan sejarah kredit yang baik dan bersih. Semua pinjaman yang Anda ambil dari bank dan lembaga keuangan akan diperiksa di BI. Di dalamnya ada catatan penting tentang kepatuhan dalam pembayaran angsuran pinjaman.


Untuk mengetahui status BI Checking, Anda bisa menyampaikan cek informasi debitur ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bank Indonesia (BI) sebagai situs yang menampung semua detail debitur Indonesia. Siapkan saja KTP dan datang ke kantor OJK. OJK akan memberikan hasil pemeriksaan informasi tentang debitur kepada Anda.


4. Punya Bukti Penghasilan

Ini adalah salah satu dokumen terpenting yang harus Anda siapkan. Sebab, dokumen ini menjadi dasar bagi bank untuk memberikan pinjaman atau tidak. Dokumen yang menunjukkan sumber pendapatan umumnya digunakan untuk acuan dalam proses membayar angsuran pinjaman.


Biasanya dokumen yang diperlukan adalah slip gaji untuk karyawan dan laporan mutasi rekening bank untuk seorang pengusaha. Mengajukan KPR ke bank tempat Anda memiliki payroll atau rekening gaji, biasanya lebih mudah untuk disetujui karena bank tahu persis gaji Anda. Sangat penting bagi bank untuk mengetahui SOR (Source of Repayment) nasabah penerima pinjaman.


5. Membayar Uang Muka (DP) Rumah

Bank tidak akan mau mencairkan kredit, meskipun Anda memenuhi semua persyaratan. Hal tersebut sangat memungkinkan, jika Anda belum melakukan  pembayaran uang muka untuk membeli rumah. Persyaratan DP merupakan persyaratan mutlak untuk bisa melakukan pencairan kredit. 


Oleh karena itu, penting untuk merencanakan terlebih dahulu kisaran harga rumah yang akan Anda beli agar Anda bisa menentukan besaran uang muka yang perlu Anda disiapkan. Setelah meninjau perkiraan DP yang dibutuhkan, mulai dari 10% hingga 20% dari harga rumah, dana harus segera disiapkan, dan juga harus dibayarkan. Bank akan meminta bukti pembayaran uang muka.


Dengan memenuhi kelima syarat dokumen KPR mudah dan cepat. Semoga proses pengajuan Anda akan cepat lolos untuk disetujui oleh bank. Sehingga Anda akan semakin cepat untuk mempunyai rumah yang sudah Anda idamkan sejak lama.  



EmoticonEmoticon